KOMPONEN
DAN INTERAKSI DALAM EKOSISTEM
Ekosistem merupakan interaksi antara komunitas dengan
lingkungannya beserta komponen-komponennya, baik yang berupa komponen biotik
maupun komponen abiotik.
Komponen
biotik adalah komponen yang meliputi semua makhluk hidup yang ada di bumi yaitu
: tumbuhan, hewan, manusia dan mikroorganisme. Dalam suatu ekosistem : tumbuhan
berperan sebagai produsen, manusia dan hewan berperan sebagai konsumen dan
mikroorganisme berperan sebagai pengurai (dekomposer).
Komponen
abiotik adalah komponen tak hidup yang berada disekitar makhluk hidup. Contoh :
sinar matahari, air, angin, suhu, tanah, pH, dan garam mineral.
Interaksi dalam ekosistem merupakan hubungan antara
komponen-komponen biotik dalam ekosistem, baik yang sejenis ataupun yang
berlainan jenis. Interaksi dalam ekosistem dibedakan menjadi : interaksi antar
individu, antar populasi dan antar komunitas.
Netral
adalah hubungan tidak saling menggangu antar makhluk hidup dalam habitat yang
sama. Sifat hubungan ini tidak saling menguntungkan dan tidak saling merugikan
kedua belah pihak.
Contoh
: kambing dengan capung, semut dengan kupu-kupu.
Simbiosis
berasal dari bahasa Yunani sym yang berarti dengan dan biosis yang berarti
kehidupan. Simbiosis merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup
berdampingan.
Simbiosis
merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup
yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion.
Simbiosis dibedakan menjadi 4, yaitu :
Contoh
: anggrek dengan inangnya, ikan remora (bertubuh kecil) pada ikan dengan tubuh
berukuran besar, ikan badut dan anemone laut
Ikan badut diuntungkan karena mendapat
tempat perlindungan atau rumah tapi anemon laut tidak merasa dirugikan maupun
diuntungkan dengan adanya ikan badut.
Kupu−kupu mendapatkan madu dari bunga,
sedangkan bunga dibantu penyerbukannya oleh kupu−kupu.
Interaksi
antar populasi debadakan menjadi 2 (dua) yaitu :
Komunitas
adalah kumpulan polulasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling
berinteraksi.
Contoh
: misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas sawah disusun oleh
bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma.
Sedangkan komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton,
fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi
interaksi dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan peredaran
organisme hidup dari kedua komunitas tersebut
Rantai makanan merupakan
bagian dari jaring-jaring
makanan, di mana rantai makanan bergerak
secara linear dari produsen ke konsumen teratas. Panjang rantai makanan
ditentukan dari seberapa banyak titik yang menghubungkan antar tingkatan
trofik. Pada setiap tahap pemindahan energi, 80%–90% energi potensial kimia
hilang sebagai panas, karena itu
langkah-langkah dalam rantai makanan umumnya terbatas 4-5 langkah saja. Dengan
perkataan lain, semakin pendek rantai makanan semakin besar pula energi yang
tersedia.
Dalam rantai makanan terdapat
tiga macam "rantai" pokok yang menghubungkan antar tingkatan trofik,
yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit. Ada dua tipe dasar
rantai makanan:
KETERANGAN
:
Pada
hakikatnya, setiap makhluk hidup di dalam suatu ekosistem merupakan sumber
materi dan energi bagi makhluk hidup lainnya. Dan suatu kenyataan bahwa setiap
jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.
Misalnya seperti ayam, ayam tidak hanya memakan biji jagung saja, tapi juga
tanaman padi, cacing, belalang, jangkrik, dll. Sebaliknya, ayam tidak hanya
dimakan musang saja, tetapi juga dimakan oleh manusia, burung alap-alap, elang,
dll. Akibat dari semua itu maka didalam suatu ekosistem, rantai-rantai makanan
itu saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk jarring-jaring.
Jadi, Jaring-
jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan
yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk
seperti jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis
makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.
Pada contoh diatas terdapat 17
rantai makanan yang bergabung menjadi suatu ekosistem yaitu menjadi sebuah
jaring-jaring makanan. Kenyataannya dalam satu ekosistem tidak hanya
terdapat satu rantai makanan, karena satu produsen tidak selalu menjadi sumber
makanan bagi satu jenis herbivora, sebaliknya satu jenis herbivora tidak selalu
memakan satu jenis produsen. Pada tingkat trofik pertama adalah organisme yang
mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme
autotrof yang sering disebut produsen. Terlihat pada gambar bahwa yang
bertindak sebagai produsen adalah pohon dan rumput. Organisme yang
menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen primer (konsumen I).
Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Terlihat pada gambar bahwa
yang berperan sebagai konsumen I (Herbivora) adalah ulat, belalang, dan
tikus. Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen
sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (karnivora).
Terlihat pada gambar bahwa yang bertindak sebagai konsumen II (karnivora)
adalah ayam dan katak. Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi
disebut konsumen puncak. Terlihat pada gambar bahwa burung elang dan ular
bertindak sebagai konsumen III/konsumen puncak (karnivora).
No comments:
Post a Comment