}

Wednesday, April 23, 2014

Koponen dan Interaksi Dalam Ekosistem

KOMPONEN DAN INTERAKSI DALAM EKOSISTEM

Ekosistem merupakan interaksi antara komunitas dengan lingkungannya beserta komponen-komponennya, baik yang berupa komponen biotik maupun komponen abiotik.
Komponen biotik adalah komponen yang meliputi semua makhluk hidup yang ada di bumi yaitu : tumbuhan, hewan, manusia dan mikroorganisme. Dalam suatu ekosistem : tumbuhan berperan sebagai produsen, manusia dan hewan berperan sebagai konsumen dan mikroorganisme berperan sebagai pengurai (dekomposer).
Komponen abiotik adalah komponen tak hidup yang berada disekitar makhluk hidup. Contoh : sinar matahari, air, angin, suhu, tanah, pH, dan garam mineral.

Interaksi dalam ekosistem merupakan hubungan antara komponen-komponen biotik dalam ekosistem, baik yang sejenis ataupun yang berlainan jenis. Interaksi dalam ekosistem dibedakan menjadi : interaksi antar individu, antar populasi dan antar komunitas.
Netral adalah hubungan tidak saling menggangu antar makhluk hidup dalam habitat yang sama. Sifat hubungan ini tidak saling menguntungkan dan tidak saling merugikan kedua belah pihak.
Contoh : kambing dengan capung, semut dengan kupu-kupu.
Simbiosis berasal dari bahasa Yunani sym yang berarti dengan dan biosis yang berarti kehidupan. Simbiosis merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup berdampingan.
Simbiosis merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion. Simbiosis dibedakan menjadi 4, yaitu :

Contoh : anggrek dengan inangnya, ikan remora (bertubuh kecil) pada ikan dengan tubuh berukuran besar, ikan badut dan anemone laut

Ikan badut diuntungkan karena mendapat tempat perlindungan atau rumah tapi anemon laut tidak merasa dirugikan maupun diuntungkan dengan adanya ikan badut.

Kupu−kupu mendapatkan madu dari bunga, sedangkan bunga dibantu penyerbukannya oleh kupu−kupu.




Interaksi antar populasi debadakan menjadi 2 (dua) yaitu :

Komunitas adalah kumpulan polulasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi.
Contoh : misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Sedangkan komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi interaksi dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan peredaran organisme hidup dari kedua komunitas tersebut
Rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan, di mana rantai makanan bergerak secara linear dari produsen ke konsumen teratas. Panjang rantai makanan ditentukan dari seberapa banyak titik yang menghubungkan antar tingkatan trofik. Pada setiap tahap pemindahan energi, 80%–90% energi potensial kimia hilang sebagai panas, karena itu langkah-langkah dalam rantai makanan umumnya terbatas 4-5 langkah saja. Dengan perkataan lain, semakin pendek rantai makanan semakin besar pula energi yang tersedia.
Dalam rantai makanan terdapat tiga macam "rantai" pokok yang menghubungkan antar tingkatan trofik, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit. Ada dua tipe dasar rantai makanan:

KETERANGAN :
Pada hakikatnya, setiap makhluk hidup di dalam suatu ekosistem merupakan sumber materi dan energi bagi makhluk hidup lainnya. Dan suatu kenyataan bahwa setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya. Misalnya seperti ayam, ayam tidak hanya memakan biji jagung saja, tapi juga tanaman padi, cacing, belalang, jangkrik, dll. Sebaliknya, ayam tidak hanya dimakan musang saja, tetapi juga dimakan oleh manusia, burung alap-alap, elang, dll. Akibat dari semua itu maka didalam suatu ekosistem, rantai-rantai makanan itu saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk jarring-jaring.
Jadi, Jaring- jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperti jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.
Pada contoh diatas terdapat 17 rantai makanan yang bergabung menjadi suatu ekosistem yaitu menjadi sebuah jaring-jaring makanan. Kenyataannya dalam satu ekosistem tidak hanya terdapat satu rantai makanan, karena satu produsen tidak selalu menjadi sumber makanan bagi satu jenis herbivora, sebaliknya satu jenis herbivora tidak selalu memakan satu jenis produsen. Pada tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof yang sering disebut produsen. Terlihat pada gambar bahwa yang bertindak sebagai produsen adalah pohon dan rumput.  Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen  primer (konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Terlihat pada gambar bahwa yang berperan sebagai konsumen I (Herbivora) adalah ulat, belalang, dan tikus. Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (karnivora). Terlihat pada gambar bahwa yang bertindak sebagai konsumen II (karnivora) adalah ayam dan katak. Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak. Terlihat pada gambar bahwa burung elang dan ular bertindak sebagai konsumen III/konsumen puncak (karnivora).

No comments:

Post a Comment