nih buat kalian yang bingung bikin naskah drama kocak sebenarnya ini drama udah dipake sama kelompokku dulu. tapi tak apa yaa kalo di share lagi :))
JUDULE OPO CAH ?
Dikisahkan,
pada zaman itu Indonesia dipimpin oleh seorang Presiden bernama Kartono Al
Makhzum. Sejarahnya, dahulu sebelum merdeka Pak Al Makzhum ini mempunyai musuh
bebuyutan yaitu Patrick Tomprus, salah satu pimpinan Belanda.
Presiden
mempunyai 2 anak perempuan, yaitu Roro dan Wati. Kedua duanya Binti Al Makzhum.
Dan Presiden juga mempunyai ajudan yang setia bernama Sujatmiko, tapi tidak
pakai Al Makzhum.
Sekitar
bulan Desember 1945, Belanda datang kembali ke Indonesia dipimpin oleh Patrick
Tomprus. Mereka berniat ingin mengambil alih kepemimpinan yang sudah di
jalankan keluarga Al Makhzum. Salah satu taktik Belanda adalah dengan
menyandera kedua Putri Presiden dengan ancaman bahwa kedua putrid Presiden akan
selamat apabila Presiden menyerahkan kepemimpinannya kepada Tomprus. Saat
mengetahui bahwa kedua putrinya disandera, Presiden pun panic lalu menghubungi
Sujatmiko.
Presiden : “Bagaimana ini, Miko! Aku tidak tahu apa
yang akan kulakukan. Aku sudah tak punya pilihan lain. Aku seperti tidak punya
harapan hidup lagi! Bagaimana, Mikooooooo!" (nangis kejer)
Miko : (harap tenang, ada ujian)
Presiden : (hening)
Miko : saya akan menghubungi Utomo untuk
membantu kita, Pak. Pak Makzhum jangan khawatir, biar aku dan Utomo yang
menyelesaikan masalah ini. Anda tinggal duduk manis disini dan berdoa,
Pak"
Presiden : "Tidak bisa! saya harus ikut
berjuang dengan kalian! ini demi bangsa Indonesia juga demi keluarga Al
Makhzum"
Miko : "Kabeh kok Al Makhzum −,−.
oke pak, mari segera menuju ke rumah Utomo"
Tanpa
disadari, ternyata Van De Nudin, salah satu anak buah Tomprus mendengar
percakapan antara Miko dan Presiden. Kemudian ia menghubungi Tomprus. Dengan
sigap Tomprus pun sampai di TKP dan bersiap membuntuti Miko dan Pesiden.
Di
tengah perjalanan akan ke rumah Utomo, Miko teringat dengan kekasihnya yang
juga calon istrinya yaitu Aisah. Miko mengajak Presiden untuk mampir ke rumah
Aisah, karena Miko juga ingin berpamitan pada Aisah.
Miko :
"Assalamu'alaikum dek Aisah"
Aisah :
"Waa'laikumsalam, mas Mikoo ada apa engkau datang kesini?"
Miko : "Iyaa Dek, Mas Miko hendak berpamitan
dengan adek. Mas Miko mau melaksanakan tugas dari bapak Presiden. Adek jaga
diri baik baik yaa. Mas Miko akan segera pulang"
Aisah : "Ohh, Mas Miko, jangan tinggalkan Ais
Mas. Ais tak bisa hidup tanpa Mas Miko" (menarik lengan Miko)
Miko : "Sudah Dek, kamu harus sabar menantiku
pulang" (melepas Aisah kemudian berjalan keluar rumah)
Aisah :
"Ohh Tidaakk Masn Mikoo jangan tinggalkan akuuu"
Setelah
berpamitan dengan Aisah, Miko dan Presiden bergegas menghampiri Utomo karena
keadaan semakin genting. Namun setelah jarak 20 meter mereka berjalan,
terdengar suara ledakan dari rumah Aisah
DOOOOOORRRRRR
(Sujatmiko kaget, ia sontak berlari
pontang panting mengingat Aisah masih ada di dalam rumah. Presiden pun mengikuti
Miko dengan kewalahan. )
Miko : “Aisaaaaaahhhhhh”
(Ternyata
Aisah sudah di tahan oleh Van De Nudin dan Tomprus yang sedari tadi mengikuti
perjalanan Miko. Dalam tahap panic, Miko pun berlari mengejar Aisah tanpa
teringat bahwa sang Presiden tengah kewalahan mengejarnya. Namun, langkah Miko
terhenti ketika menemukan sebuah dompet hitam jatuh di tanah. Miko pun
mengambilnya)
Presiden : "Apa itu, Mik?" (masih dengan napas ngos ngosan)
Miko :
" sepertinya dompet, sebentar saya lihat isinya"
Presiden : " WWAAAW, ini dompet Patrick
Tomprus, musuh bebuyutanku. lihat Miko, ini ada alamat markas Belanda. pasti
kedua putriku sedang ada disanaaa. ayoo bergegas, Miko!"
Miko : (ngacak acak dompet) "Londo
kok duite muk 2ewu −__− tapi lumayanlah" (njupuk duite, trus dompete
diguak)
sesampainya
dirumah Utomo, mereka pun segera menyusun strategi. adik Utomo yang bernama
Esti, ternyata adalah teman dari Roro dan Wati, yang tentunya binti Al Makzum.
Esti merasa dia harus ikut berjuang menyelamatkan kawan kawannya itu.
(kemudian
dengan granat dan senapan, layaknya model mereka menampilkan aksinya masing
masing)
Presiden : "Demi bangsa dan negara ini! Demi Keluarga Al
Makzhum" ( dengan granat)
Miko :
"Demi bangsa dan negara ini! Demi Aisah" (dengan pedang)
Esti :
"Demi bangsa dan negara ini! Demi semuanya" (dengan panci)
Utomo :
“Demi siapa saja bisa!” (dengan
senapan)
saat
sudah sampai di markas Belanda, ke 4 sekawan itu sudah dihadang oleh ke 4
sekawan dari Belanda. Saat saat menegangkan pun dimulai, mulai 1 2 3………
Tomprus :
"HAHAHAHAHA, NGOPO LEE RENE! RAA ISIN??" (tampang songong)
Patty : "pasti kalian ingin
membalaskan dendam sandera denganku yaa, kalian akan menyanderaku kann"
Esti :
(pegang plastic kresek, siap muntah)
Utomo : "Sudah tak usah banyak basa
basi yaa, muka kau itu udah basi tomprus. awak tau kau itu ingin menguasai
bangsaku ini, tanah airku ini. kau juga ingin meruntuhkan keluarga Al Makzhum.
kau kira awak tak tahu apaa?? janganlah kau mengelak tomprus, ayoo kita
selesaikan dengan lakiii" (Utomo langsung nembak)
De
Nudin : "Waahh, berani sekali
kamu! sudah, no talk no talk. FIIIGGGHHHHTTT!!!!!!"
(perang berlangsung dengan sengit.
pihak presiden bertarung penuh ambisi, seakan akan inilah hidup dan mati mereka.
namun di sisi lain, pihak tomprus pun sangat berasumsi untuk menguasai
Indonesia. baku tembak pun berlangsung lama. Utomo tertembak oleh Wembley
dibagian tangannya. Utomo pun sempoyongan sambil memegangi tangannya. ketika
Utomo hampir ambruk, Wembley yang merasa bersalah pun menghampiri Utomo, ia
ingin menolong Utomo. Wembley siap menjadi sandaran apabila nanti Utomo
terjatuh. daaaaaannnn.... HAAAAPPPP!)
Utomo :
"aaahh, adduuhhh, aaawwww!!!"
Wembley :
"tenang, Iam here, I am here!"
(kemudian Wembley membawa Utomo masuk
ke tempat dimana Putri Presiden dan Aisah di sandera. mungkin saat itu Wembley
sedang khilaf atau sedang jatuh cinta dengan Utomo. MUNGKIIINNN!)
Aisah
yang sudah mengenal Utomo mengerti bahwa saat ini, Miko sedang berperang di luar
sana. Ia khawatir melihat keadaan Utomo yang tertembak. Akibat panggilan alam
yang tak tertahankan, Wembley malah pergi meninggalkan sanderanya.
Aisah :
"Mas Utomo, apa yang kau lakukan disini?" (mendekati tubuh Utomo)
Utomo : (dengan terbata bata) "aku
bersama Miko, Esti dan Presiden akan menyelamatkan kalian"
Wati & Roro : "Ohh, ternyata ayah bisa perang juga yaaa"
Wati : “Mas Utomo kenalin aku Wati mas,
Wati binti Al Makzhum. Mas Utomo yang sakit bagian mana?" (memegangi
Utomo)
Roro : "idiihh, genit amat kamu
mbak, mas Utomo kenalin aku Roro binti Al Makzhum juga mas. Mas Utomo lukanya
roro obatin aja yaaa??"
Wembley : "Apa apaan kalian ini, di sandera
kok masih bisa happy happy. sudah biarakan saja anak pribumi ini mati"
(menyeret utomo ke tiang kemudian
mengikatnya. tak lupa serenteng bom dikalungkan keleher Utomo. Bom itu
berdurasi 1 menit)
Roro :
"Ohhh tidaaaakkk, kakandakuuuu~"
Wati :
"Apaan sih, Mas Utomo itu punyakuuu"
Roro :
"Punyakuuuuu"
(JAMBAK JAMBAKAN)
Wembley :
"Sudah sudah, enough!!
Sementara
itu, pertempuran diluar menyisakan dendam yang tak berujung bagi kedua belah
pihak. namun kedua kubu mulai kelelahan Belanda mulai loyo sementara Indonesia
mulai panggilan alam. Mengetahui keadaan Belanda yang sedang lengah, Esti pun
dengan cerdik berteriak pada Belanda
Esti :
"Ayo kita bermain tebak tebakan saja!"
Patty :
"Siapa takutt!!"
Esti :
"Hei, apakah kau ingin tahu apa itu gas mulia?"
Patty :
"Aku tahu aku lebih mulia darimu manusia pribumi"
(Tidak disadari ternyata Utomo dengan
sigap memberikan granat yang
Utomo : "OOOOOHHHH TOLOOOONGGG"
Miko : "Aisaaaahhh"
Aisah : " −____−"
Miko : "tenang, aku akan segera
membebaskanmu aisah"
(begitu juga yang dilakukan Presiden
kepada Roro dan Wati. juga Esti kepada Utomo. namun tiba tiba wembley yang
sedari tadi di toilet memergoki mereka yang akan segera kabur)
Wembley : "Hei, ada apa kalian ke sini?? bisa
bisanya masuk kesini?? bagaimana kalian masukkk"
Presiden : "Miko hadapi dia, Miko! aku akan
menyelamatkan Utomo dan Esti! kau selamatkan putriku dan Aisah"
Miko : "Baik, Pak"
Wembley : "Hahaha, tidak ada gunanya kalian
menyelamatkan mereka. mau dibawa kabur lewat mana?? temanku pasti sudah menungguimu
diluar sana. hahaha dan lihat apa yang ada di leher temanmu ituuu. waktunya
tinggal 5 detik lagi atau kalian akan tewas disiniii"
(Miko,
Esti dan Presiden menoleh ke arah Utomo)
tiiitt...
tuuuuttt... teeeettt... toooooooooootttttt
semuanya : "OOOOOHHHHHH TIDAAAAAAKKKKKK"
suara bom : "maaf anda kurang beruntung"
Wembley :
"kok mejeeeennn??"
HAHAHAHAHAHAHAHAAAAAA
(Memanfaatkan kelengahan Wembley, Miko
pun dengan sigap menyodorkan senapan ke kepala Wembley)
Miko : "sekarang kau tak bisa
berkutik lagi! kau pilih kembali ke negaramu atau ku ledakkan kepalamu??"
Wembley : "tak usah macam macam kau, sebentar
lagi Tomprus akan datang menyelamatkanku"
Miko : "Mbok melekkkk!! koncomu wes
sakaratul maut kenek gas mulia made in Indonesia!!"
Wembley :
"Ohh yaaa??? u,u yasudah aku akan kembali ke negaraku"
Miko : "Bagaimana dengan kawan
kawannmu?"
Wembley :
"Kuburr sajaa merekaaa"
Utomo : "sudaaahhh ayoo kita lihat
teman teman kau yang mati itu (menyeret Wembley)
semua
keluar dari markas. sampai di TKP, didapati Belanda sudah tidak Belanda lagi.
karena hati orang Indonesia yang lembut dan ramah, Miko cs pun tidak tega
melihat Tomprus cs. kemudiaaannn mereka bersungkur dan mendoakan Tomprus cs
Semua : "YAAAASSSSIIIIIIINNNN, WAL
QURANUL HAKIIIIMMM, INNAKA LAMINAL MURSALINNNN~~~~~~~~~ "
Setelah
selesai mendoakan Belanda, akhirnya Wembley mengajak berdamai dan ia akan
segera kembai ke negaranya. Adegan mengharukan pun terjadi. Presiden kemudian
memeluk Roro dan Wati (binti Al makzhum).
Presiden : “Anaaakkkuuuuuu”
Roro & Wati : “Ayaaaaahhhhh”
Wati :
“Kami merindukanmu ayaaahh”
Roro :
“Iyaaa ayaaahh, kami takut denagn Belanda”
Presiden : “sudah tenang tenang, Belanda tidak akan
kemari lagi. Dia sudah pergi jauuhh”
Kemudian
mereka merayakan kemenangan mereka dengan menggelar hajatan pernikahan Miko dan
Aisah. Semua biaya ditanggung oleh Presiden sebagai rasa terimakasih karena
telah menyelamatkan putrinya.
demikianlah
salah satu cerita tentang masa perjuangan dahulu, sesuai dengan kata pepatah
"Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang menghargai jasa para
pahlawannya" kita patut menghargai jasa para pahlawan seperti yang telah
dicontohkan oleh Miko cs dalam drama tersebut. Mereka sudah berjuang dengan
jiwa raganya demi Indonesia yang seperti ini.
No comments:
Post a Comment